Rabu, 11 Juli 2012

Beginilah Doa Anak Kecil Yang Pandai Bersyukur

Beginilah Doa Anak Kecil Yang Pandai Bersyukur



“Tuhan, Engkau kan tahu, ujian matematikaku hari ini sangat buruk.  Tetapi, aku bersyukur. Aku tidak menyontek, walaupun teman-temanku melakukannya.

Berangkat ke sekolah tadi pagi, aku membawa sepotong kue dan sebotol air. Kata ayah, sekarang lagi jaman susah. Jadi, cuma itu yang bisa aku bawa. Terima kasih kuenya, Tuhan.

Di jalan aku melihat pengemis yang kelaparan. Lalu aku berikan kue itu padanya. Tahu-tahu saja laparku hilang ketika melihatnya tersenyum.”

“Tuhan, lihatlah ini sepatuku yang terakhir. Mungkin aku harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkan ‘kan tahu sepatu ini sudah rusak berat. Tapi tidak apa-apa. Aku tetap bersyukur. Paling tidak, aku masih bisa pergi sekolah. Terima kasih, Tuhan.
 
Tetanggaku bilang, orang-orang sedang pada susah karena harga-harga sembako pada naik gara-gara harga BBM akan naik. Beberapa temanku terpaksa berhenti sekolah. Tuhan, tolong bantu mereka ya supaya bisa sekolah lagi.”

“O, ya. Semalam ibu memukulku. Mungkin karena aku nakal. Itu memang menyakitkan, tapi pasti sakitnya segera hilang. Aku tahu Engkau akan menyembuhkan sakit itu. Yang penting, aku masih punya seorang ibu. Tuhan, jangan marahi ibuku, ya? Ibu hanya lelah, juga panik memikirkan biaya sekolahku dan harga-harga sembako yang pada naik.

Tuhan, Engkaulah Yang Maha Pemberi Rezeki. Walau harga BBM dan sembako pada naik, aku yakin Kau tetap memberiku rezeki. Terima kasih Ya Tuhan.

Terakhir, Tuhan. Rasa-rasanya aku sedang jatuh cinta. Ada seorang yang tampan di kelasku. Menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku? Tapi apapun yang terjadi, aku tahu Engkau tetap menyukaiku. Terima kasih Tuhan!”

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda bersyukur hari ini? "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim:7)

Tags: syukur, doa, pandai bersyukur, doa anak kecil, rezeki, bbm, sembako, harga naik, maha pemberi rezeki, doa mohon rezeki, nikmat bertambah, syukur bertambah, Doa menjemput rejeki, cara mudah menjemput rizki dari Allah SWT, rezki manusia yang diatur Allah, doa untuk anak supaya lulus ujian dan banyak rezekinya, gampang Rezeki, menjemput rezeki tidak disangka, menjemput rezeki yang tidak disangka ustaz yusuf mansur, metode menjemput rezeki, download, gratis, free, ebook, pdf, buku, kunci rezeki yang hilang, buku rezeki diantar, rezeki yang hilang, buku tentang rezeki, limpahan rezeki, berkah rezeki, sukses rezeki, rezeki berlimpah, rezeki tak terduga, rezeki, rizki, masalah rezeki, rahasia kunci rezeki.

Al Waaqi'ah Surah Kekayaan?

Al Waaqi'ah Surah Kekayaan? 



Rasulullah Saw. sebagai penyebar agama Islam dan pembawa petunjuk Tuhan adalah penafsir excellence dari al-Qur'an. Ucapan dan perbuatannya adalah sumber tradisi terpenting dalam Islam sesudah al-Qur'an.

Dengan begitu, al-Qur'an menduduki peringkat yang kedua-sesudah Tuhan-dari segala sumber dan petunjuk yang diwahyukan kepada Nabi. Dari peringkat kedudukan sesudah Tuhan inilah yang menjadikan al-Qur'an sebagai pedoman sekaligus kerangka kegiatan intelektual dalam gerakan Islam untuk menghapus kebodohan, kezhaliman, kesesatan, dan sebaliknya memberi petunjuk pada setiap hamba ke jalan yang diridhai-Nya, termasuk di dalamnya juga memberikan petunjuk esoteris (arti batin al-Qur'an) bagi orang yang ingin mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Utamanya dalam Surat al-Waaqi'ah, kiranya sangat menarik untuk dikaji tentang keutamaan-keutamaan atau fadhilah yang tersimpan dalam surat tersebut. Oleh karena itulah, untuk mencari sebab-sebab kenapa dalam Surat alWaaqi'ah ini ada fadhilah yang erat kaitannya dengan persoalan-persoalan rezeki.
Banyak di antara kaum muslimin yang mengetahui bahwa Surat al-Waaqi'ah itu sebagai salah satu surat yang mempunyai fadhilah atau keutamaan yang berkaitan dengan rezeki, sehingga sekian dari mereka banyak yang mengamalkan surat tersebut untuk kelancaran rezekinya.
Namun, sekian dari mereka jarang yang merasakan bahwa surat tersebut benar-benar memberikan respons terhadap tujuan yang dikehendakinya. Banyak di antara mereka yang sengaja membaca surat tersebut untuk satu tujuan tertentu, namun sejauh yang mereka lakukan sama sekali tidak memberikan dampak atau tidak membawa pada kesejahteraan hidup.
 
Di mana persoalannya? Jawabannya jelas. Ketika mereka tengah meluangkan waktu untuk membaca ayat-ayat al-Qur'an tidak disertai dengan kesungguhan, kekhusyukan, keyakinan yang mendalam terhadap hikmah yang terkandung dalam al-Qur'an. Dalam hal ini Allah berfirman:
"Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca al-Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: 'Ya Tuhanku, tambahkanlab kepadaku ilmu pengetahuan, " (QS. Thaahaa: 114).
"Janganlah kamugerakkan lidahmu untuk (membaca) al-Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya." (QS. al-Qiyaamah: 16). 
"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar dzarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tdak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Yunus: 61).
Jika demikian, pantaslah kiranya apabila al-Qur'an dirasa oleh mereka hanya sebagai bacaan biasa yang tidak memiliki hikmah. Sebab kebanyakan dari mereka-termasuk saya sendiri-dalam membaca hanya setengah-setengah (hanya sampai pada tenggorokan) dan tidak masuk dalam hati dan pikirannya.
Bagaimana kita bisa merasakan keajaiban al-Qur'an, apabila cara membacanya pun masih asal-asalan. Bagaimana kita mendapat rangsangan dari arti batin al-Qur'an jika kita sendiri tidak berusaha untuk merangsang emosi kita terhadap makna yang ada dalam al-Qur'an.

Karena itu, pantaslah apabila ada pendapat, "Katanya Surat al-Waaqi'ah bisa memberikan kemudahan rezeki, tapi kenapa saya yang sudah membacanya berkali-kali, tapi nasib saya tetap saja begini dan tidak pernah berubah."
 
Sesungguhnya, kenapa ada orang yang mengamalkan bacaan al-Qur'an tetapi dirinya sungguh tidak merasakan sesuatu apa pun dari apa yang telah diamalkannya. Hal ini disebabkan karena dirinya tidak mempunyai bekal keyakinan spiritual yang mendalam, sehingga apa pun yang dilakukan (riyadhah) tidak merasakan hasil yang menggembirakan.

Allah Swt. berfirman: "Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (QS. al-Baqarah: 197).

Tags: al waaqi'ah, surah al waaqiah, surah kekayaan, rezeki, surah rezeki metode menjemput rezeki, download, gratis, free, ebook, pdf, buku, kunci rezeki yang hilang, buku rezeki diantar, rezeki yang hilang, buku tentang rezeki, limpahan rezeki, berkah rezeki, sukses rezeki, rezeki berlimpah, rezeki tak terduga, rezeki, rizki, masalah rezeki, rahasia kunci rezeki.

Asbabun Nuzul Surah Al Waaqi'ah

Asbabun Nuzul Surah Al Waaqi'ah 



Asbabun nuzul adalah sebab-sebab turunnya al-Qur'an; atau suatu peristiwa yang menggambarkan tentang sejarah turunnya al-Qur'an sesuai dengan situasi saat itu. Juga menetapkan hal ihwal kejadian-kejadian yang berlaku sekarang dan untuk masa yang akan datang.

Dalam hal ini, Ibnu Taimiyah berpendapat, "Bahwa mengetahui asbabun nuzul suatu ayat al-Qur'an dapat membantu kita memahami pesan-pesan yang dikandung dalam ayat-ayat al-Qur'an. Pengetahuan ihwal asbabun nuzul suatu ayat memberikan dasar yang kokoh dalam menyelami kandungan ayat tersebut."

Pandangan ini disadari oleh kaum muslimin yang ingin memahami pesan-pesan yang dikandung pada setiap ayat dalam al-Qur'an agar memahami betul tentang tempat, peristiwa, kisah-kisah, juga tujuan diturunkannya ayat-ayat al-Qur'an agar tidak mengalami keraguan dalam menafsirkan.
Karena itu, jika seseorang ingin mempelajari tentang al-Qur'an secara detail maka is harus mengetahui tentang asbabun nuzul agar dalam menafsiri ayat-ayat dalam al-Qur'an sesuai dengan makna yang dikehendaki al-Qur'an.

Ada beberapa ulama yang mencoba menyusun asbabun nuzul, di antaranya adalah Ali bin al-Madani, beliau adalah guru al-Bukhari. Sesudah itu, ada al Wahidi dengan kitabnya Asbabun Nuzul. Kemudian, al Ja'bari, yang meringkas kitab al-Wahidi dengan membuang sanad-sanadnya.

Kemudian tidak ketinggalan karangan Suyuthi yang berjudul Lubabul Maghulfi Asbabin Nuzul. Beberapa ulama tersebut, berkehendak memberikan ketegasan lebih detail tentang makna ayat-ayat melalui peristiwa atau kejadian juga seluk-beluk turunnya ayat-ayat al-Qur'an.

Di sini, ada ketegasan yang menjadi landasan atau dasar bagi para ulama dalam memahami tentang sanad atau rawi ketika mengetahui asbabun nuzul al-Qur'an yakni sahnya riwayat yang langsung dari Nabi atau dari para sahabatnya.

Apabila dari sahabatnya, maka kisahnya harus terang sehingga tidak menimbulkan pendapat yang berbeda. Sebab, asbabun nuzul mengungkap tentang peristiwa turunnya al-Qur'an yang menyangkut maksud diturunkannya ayat al-Qur'an agar sesuai dengan makna yang sebenarnya.
           
Sebagai contoh dalam Surat alWaaqi'ah, misalnya: "Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil `alamiin. Maka apakab kamu menganggap remeh saja al-Qur'an ini? Kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah." (QS. al-Waaqi'ah: 79-82).
Dalam satu riwayat-yang saya kutip dari kitab Asbabun Nuzul menjelaskan, ketika turun hujan pada masa itu, Rasulullah Saw. bersabda: "Di antara manusia ada yang bersyukur dan ada yang kafir karena turun hujan."
Di antara yang hadir berkata, "Ini adalah rahmat yang diberikan oleh Allah untuk kita." Sedang yang lain berkata, "Sungguh tepat ramalan si anu."

Dari kisah ini maka turunlah ayat lain dalam Surat al-Waaqi'ah yang berbunyi:"Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian al-Qur'an. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.Sesungguhnya al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). " (QS. al-Waaqi'ah: 75-78).

Ayat di atas, tidak lain untuk mengingatkan kaum yang sesat; bahwa semua yang terjadi itu atas kehendak Allah. Manusia sama sekali tidak akan berdaya dengan segala kehendak yang terjadi, baik sekarang maupun yang akan datang. (Diriwayatkan oleh Muslim yang bersumber dari Ibnu Abbas).

Kemudian dalam riwayat lain juga dijelaskan, bahwa ayat 75-82 dalam Surat al-Waaqi'ah turun berkenaan dengan serombongan kaum Anshar waktu Perang Tabuk yang beristirahat di Hijr (peninggalan kaum Shalih As.).

Mereka dilarang menggunakan air yang ada di situ. Kemudian mereka pindah ke tempat lain, tetapi tidak mendapatkan air sama sekali. Mereka mengadukan hal itu kepada Nabi Saw. yang kemudian Rasulullah Saw. pun melakukan shalat dua rakaat dan berdoa.

Dari doa Nabi, kemudian langit terlihat mendung, lalu hujan mengguyur bumi atas perintah dan karunia Allah, sehingga mereka pun dapat minum sepuas-puasnya.

Seorang Anshar berkata kepada seorang yang dituduh munafik, "Bagaimana pendapatmu setelah Nabi Saw. berdoa dan turun hujan untuk kepentingan kita?" Orang itu menjawab, "Kita diberi hujan tidak lain karena ramalan seseorang."

Dari kemunafikan itu, kemudian Allah menurunkan ayat di atas untuk mengingatkan umat Islam bahwa segala sesuatu itu ditetapkan oleh Allah Swt. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abu Hazrah).

Kemudian dalam Surat al-Waaqi'ah tepatnya dalam ayat 27-29: "Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu, berada di antara potion bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya). " (QS. al-Waaqi'ah: 27-29).

Ayat tersebut diriwayatkan, setelah Rasulullah membolehkan orang-orang Tha'if untuk menguasai lembah indah yang bersarang madu. Mereka mendapat kabar  bahwa di surga, tempatnya seperti lembah itu, sehingga dari sebagian mereka berangan-angan ingin mendapatkan surga untuk dijadikan tempat abadinya.

Maka, dari sinilah kemudian turun ayat 27-29 yang melukiskan kehidupan di Surga Na'im yang disediakan bagi golongan kanan. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Urwah bin Ruwaim, tetapi mursal alias masih diragukan. Dan, diriwayatkan pula oleh Sa'id bin Manshur di dalam sunannya dan al-Baihaqi di dalam kitab al-Ba'ts yang bersumber dari `Atha' dan Mujahid).

Dalam riwayat lain juga dijelaskan, bahwa orang-orang kagum melihat lembah yang teduh yang dinaungi pohon-pohon yang rindang dan indah. Ayat ini (QS. al-Waaqi'ah ayat 14) turun melukiskan kehidupan di surga yang serba indah dan menyenangkan. (Diriwayatkan oleh al-Baihagi dengan sanad yang lain, yang bersumber dari Mujahid). 

Tags: al waaqi'ah, asbabun nuzul, surah al waaqiah, surah kekayaan, rezeki, surah rezeki metode menjemput rezeki, download, gratis, free, ebook, pdf, buku, kunci rezeki yang hilang, buku rezeki diantar, rezeki yang hilang, buku tentang rezeki, limpahan rezeki, berkah rezeki, sukses rezeki, rezeki berlimpah, rezeki tak terduga, rezeki, rizki, masalah rezeki, rahasia kunci rezeki.

Fadhilah Surah Al-Waaqi'ah

Fadhilah Surah Al-Waaqi'ah



Pada posting sebelumnya telah dibahas Al Waaqi'ah Surah Kekayaan dan Asbabun Nuzul Surah Al Waaqi'ah. Pada posting kali ini saya akan mengajak Anda untuk memahami keistimewaan, keutamaan, sekaligus kelebihan yang ada dalam Surat al-Waaqi'ah.

Adapun pembahasan al Waaqi’ah di sini, tentu tidak bermaksud mengenyampingkan surat-surat lain dalam al-Qur'an yang juga mempunyai banyak keistimewaan, fadhilah, juga keutamaannya.

Tetapi, karena yang akan saya kaji fokus utamanya adalah Surah al-Waaqi'ah, maka pada ruang pembahasan kali ini saya akan mencoba menelusuri keutamaan dan fadhilah yang terkait dengan ayat-ayat dalam Surat al Waaqi'ah.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa semua yang ada dalam al-Qur'an mempunyai kelebihan dan keutamaan yang sangat besar, karena al-Qur'an merupakan kalam Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad sebagai mukjizat besar tanpa tertandingi, sebagai petunjuk bagi yang meyakini, juga sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.

Dari bukti ini, sungguh Allah tidak membedakan atau memilih-milih tentang kelebihan dan keutamaan setiap surat atau ayat dalam al-Qur'an. Allah Swt. berfirman: "Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam al Kitab (Al Quran), kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. " (QS. al-An'aam: 38).

Dalam menafsirkan ayat di atas, ahli tafsir mengatakan bahwa isi al-Qur'an itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah, dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.

Hanya manusia yang tidak mengkajinya secara mendalamlah yang tidak dapat menemukan keutamaan dan fadhilah surat-surat yang ada dalam al-Qur'an. Namun, bagi mereka yang mau menggali al-Qur'an secara cermat dan mendalam serta bersungguh-sungguh, maka dirinya akan merasakan sesuatu yang sangat luar biasa yang didapat dari isi batin al-Qur'an.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi saw ketika ada seorang wanita yang sedang diobati dan dibacakan ruqyah, lalu Nabi saw bersabda kepadanya: "Obatilah dengan kitab Allah (al-Qur'an). " (HR. Muslim).

Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa Rasulullah saw. sendiri tidak menyebut ayat-ayat atau surat-surat tertentu untuk mengobati dengan bacaan ruqyah. Sebab, demikian jelas sudah bahwa al-Qur'an seluruhnya adalah obat dari penyakit fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, barang siapa yang dapat istiqamah membaca al-Qur'an secara sempurna, maka dirinya akan mendapat anugerah, karunia, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Allah Swt. berfirman: “Allah menganugerahkan hikmah (kepahaman tentang al-Qur'an dan sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahkan hikmah itu, is benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak...” (QS. al-Baqarah: 269).

Demikian pula apabila ada sebagian kaum muslimin mau mengistiqamahkan membaca Surah al-Waaqi'ah di malam hari secara terus-menerus, maka dirinya akan terhindar dari penyakit fakir. Hal ini sebagaimana hadits yang sudah saya kemukakan yang mengatakan, "Siapa yang membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap malam niscaya tidak akan terkena kemiskinan selamanya."

Rasulullah Saw. sangat menganjurkan untuk selalu membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap malam karena fadhilah yang terdapat dalam surat tersebut sungguh untuk melancarkan jalannya rezeki, sehingga yang mengamalkan akan terhindar dari kefakiran.

Dalam kitab Majmu' Latiif ada sebuah kisah menarik tentang fadhilah Surah al Waaqi'ah. Yakni, pada saat Utsman bin Affan mendatangi Abdullah bin Mas'ud ia bertanya, "Sepertinya engkau sedang sakit. Apa yang sedang engkau derita, wahai Abdullah?" tanya Utsman kepada Abdullah.

"Dosa-dosaku," jawab Abdullah datar. "Lalu, selama ini apa yang engkau sukai, wahai Abdullah?" Utsman bertanya lagi. "Rahmat Tuhanku," jawab Abdullah. Singkat cerita, Utsman kemudian menawarkan  jasa untuk mengumpulkan dana guna diberikan kepada putra Abdullah.

Tetapi, Abdullah menolak, "Aku tidak takut putra-putraku akan terjatuh dalam lubang kemiskinan, karena sesungguhnya aku telah memerintahkan semua anak-anak untuk membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap-tiap malam. Dan itu yang aku dengar dari sabda Rasulullah saw berbunyi: "Barang siapa yang membaca Surat al-Waaqi'ah tiap-tiap malam maka tidak akan fakir," Jelas Abdullah terhadap Utsman.
    
Demikianlah sekilas kisah dalam kitab Majmu' Latiif yang telah menerangkan tentang fadhilah clan keutamaan dalam Surat al-Waagi'ah, yang dijelaskan oleh Utsman bin Affan ketika dirinya berkunjung ke tempat Abdullah bin Mas'ud.




Tags: keutamaan, keutamaan fadhilah al waaqiah, fadhilah al waaqi'ah, surah al waaqiah, surah kekayaan, rezeki, surah rezeki metode menjemput rezeki, download, gratis, free, ebook, pdf, buku, kunci rezeki yang hilang, buku rezeki diantar, rezeki yang hilang, buku tentang rezeki, limpahan rezeki, berkah rezeki, sukses rezeki, rezeki berlimpah, rezeki tak terduga, rezeki, rizki, masalah rezeki, rahasia kunci rezeki.


Kisah Sukses Pengamal Surah Al Waaqi'ah Penolak Kemiskinan

 Pengamal Surah Al Waaqi'ah Penolak Kemiskinan



Pada posting kali ini saya akan menampilkan kisah menarik yang bisa dijadikan sebagai teladan bagi siapa saja yang mau meyakininya. Pada tahun 1999, di mana pada saat itu taraf ekonomi bangsa masih mengalami krisis, sehingga banyak di antara mereka menjadi pengangguran, dan mencari pekerjaan juga bukan perkara mudah.

Kesulitan tersebut bukan hanya dirasa bagi mereka yang sulit dalam mencari pekerjaan, tetapi bagi para pengusaha, termasuk bagi seorang pengusaha kayu yang dikisahkan di sini. Saya mohon maaf apabila pengusaha tersebut tidak mau disebutkan namanya.

Setelah beberapa tahun mengalami kejayaan, satu tahun kemudian nasib berbalik menjadi kehancuran dalam bisnisnya. Hal itu disebabkan, karena kayu yang dikirim ke pabrik selalu mengalami perubahan sleet (ukuran diameter).

Artinya, ukuran diameter di pabrik tidak sesuai dengan ukuran diameter di depo (tempat pemangkal kayu), akhirnya pembelanjaan dan pengiriman di pabrik selalu saja mengalami kerugian. Bukan hanya itu, kehancuran bisnis kayunya juga dipicu buruknya manajemen sehingga kayunya banyak yang hilang karena dicuri karyawannya. Belum lagi pengiriman kayu ke pabrik yang tidak terbayarkan, sehingga menimbulkan kerugian yang sangat besar.

Intinya, is telah gagal karena semua aset kayunya habis tidak tersisa. Kenyataan demikian ini membuat dirinya sungguh sangat stres, karena utang menumpuk sedang ia tidak punya uang untuk mengembalikan. Sementara untuk mencari peluang bisnis yang lain, modal sudah habis; mau mencari pekerjaan, tetapi tidak ada lowongan; mau pinjam uang, sudah tidak ada yang mempercayainya. Bahkan, teman-temannya kini menjauh dan mencibir.

Memang sudah menjadi kebiasaan, apabila ada orang yang sedang tertimpa kebangkrutan, maka teman yang dulu akrab, menghormati, memuji, langsung berubah menjauhi, mencibir, dan menghina. Sebaliknya, apabila ada orang yang kelihatannya sukses, maka biasanya is banyak teman, banyak relasi, dan dihormati.
   
Demikian pula dengan orang yang sedang saya kisahkan ini. Teman-temannya, bahkan keluarganya sekalipun sudah tidak mempedulikan. "Temanku yang paling setia saat sekarang ini, tidak lain hanyalah istri dan anakku," seraknya di sela-sela kepedihan yang menikam dirinya. Dan, yang paling pedih di antara kesedihannya, orang tua dari istri (mertua) menyuruhnya untuk bercerai dengan dirinya.

Hal yang demikian ini sungguh membuat dirinya sangat terpukul dan semakin stres. Namun, dari kesedihan itu, ada sedikit pelipur yakni istri yang selalu memberikan motivasi untuk selalu berusaha, apa pun caranya. "Berkat istriku yang setia mendampingiku dengan sabar, hatiku menjadi tergugah untuk selalu berusaha, bagaimanapun caranya," kenangnya.

Masa-masa pahit mereka alami berdua tanpa ada orang yang mau mempedulikannya. Tetapi, dari kondisi yang demikian perih, mereka berdua justru mendapat pelajaran yang paling berharga, yakni: hidup selalu mandiri dan tidak mau bergantung terhadap siapa pun, kecuali kepada Allah.

"Kita masih punya Allah, Mas, hanya kepada Dia-lah kita meminta pertolongan dan perlindungan. Mas, jangan putus asa ya," kata istrinya menghibur.

"Nggak, Sayang. Mas tidak akan pernah putus asa. Mas akan selalu berusaha, tetapi dengan syarat, kamu harus sabar dan membantu dengan doa. Bacalah Surat al Waaqi'ah setiap malam, jika perlu sehabis shalat ashar dan sehabis shalat subuh secara terus-menerus," pinta suaminya.

Lho, kok disuruh membaca Surat al-Waaqi'ah, memang ada apa dengan surat itu, Mas?" tanya istrinya tidak mengerti. "Kata kiaiku tempat saya mengaji, bahwa Surat al-Waaqi'ah itu banyak sekali fadhilahnya. Karena itu, barang siapa yang membaca Surat al-Waaqi'ah, maka dirinya akan terlepas dari kesulitan ekonomi. Bahkan, akan dijauhkan dari kefakiran," terang suaminya serius.

"Berapa kali aku harus membaca Surat al-Waaqi'ah, Mas?" tanya istrinya. "Semampunya," jawabnya datar. "Baiklah, Mas, mulai nanti malam aku akan merutinkan membaca Surat al Waaqi'ah."

"Jika perlu biasakan juga bertahajjud dan shalat dhuha, agar kita diberikan kemudahan dalam mencari rezeki." "Tapi, Mas juga mau melaksanakan, kan?" "Tentu, Sayang."

Mereka berdua lalu sepakat untuk melakukan hal yang terbaik buat mereka. Hari demi hari mereka lalui dengan berusaha dan berdoa. Tidak lupa istri yang di rumah pun selalu berdoa mengharap suaminya dapat pekerjaan; sementara suaminya selalu berusaha tidak kenal lelah, mencari informasi sambil membawa lamaran pekerjaan.

Dan, alhamdulillah, setelah beberapa hari kemudian, ada seorang teman memberikan informasi tentang lowongan kerja di perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan yang diekspor ke luar negeri.

Tidak berlangsung lama dia bekerja di pabrik itu, karena dirasa gaji bulanan yang kurang dari standar, akhirnya ia keluar dan mencari pekerjaan lain. Singkat cerita, setelah dirinya keluar dari perusahaan itu, ia kemudian memulai untuk berbisnis batik dengan modal yang pas-pasan. Bukan berhenti sampai di situ. Karena di samping dia menekuni bisnis batik, ia juga memulai bergerak di bidang lain, yakni berkarya sendiri.

Sementara istrinya juga memulai berusaha di bidang "pengobatan", dan alhamdulillah, banyak orang yang berobat di tempatnya, hingga uang pun datang sendiri seperti air yang mengalir tak berhenti. Mereka sekarang hidup berkecukupan, bahkan lebih dari cukup. Namun, hidupnya sangat sederhana. Demikianlah fadhilah dan mukjizat Surat al-Waaqi'ah yang hingga kini masih dirasa kedahsyatannya.

Dalam cerita di atas, dari kondisi yang penuh dengan kesulitan, selanjutnya ia bangkit dengan gairah dan semangat yang baru; berusaha dan berdoa. Di samping itu, mereka juga secara rutin membaca Surat al Waaqi'ah dengan penuh khusyuk dan bersungguh-sungguh. Inilah jalan terbaik buat mereka. Jalan halal yang diridhai-Nya. Juga pilihan tepat yang bertabur hikmah.

Allah Swt. berfirman: "Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan." (QS. al-Ahqaaf: 19).

Sumber: Buku Bacalah Surat Al Waaqi'ah Maka Engkau Akan Kaya Tags: keutamaan, keutamaan fadhilah al waaqiah, fadhilah al waaqi'ah, surah al waaqiah, surah kekayaan, rezeki, surah rezeki metode menjemput rezeki, download, gratis, free, ebook, pdf, buku, kunci rezeki yang hilang, buku rezeki diantar, rezeki yang hilang, buku tentang rezeki, limpahan rezeki, berkah rezeki, sukses rezeki, rezeki berlimpah, rezeki tak terduga, rezeki, rizki, masalah rezeki, rahasia kunci rezeki.

Kayakan Dirimu Sekaya-Kayanya Dengan Surah Al Waaqi'ah

Kayakan Dirimu Sekaya-Kayanya Dengan Surah Al Waaqi'ah 


sholat-dhuhaJakarta-- “Surat al-Waaqi’ah adalah surat kekayaan, maka bacalah dan ajarkanlah ia pada anak-anakmu.” (HR. Ibnu ‘Asakir).

Meraih limpahan kekayaan dengan cara mengamalkan surat al-Waaqi’ah bukanlah hanya isapan jempol belaka. Sudah banyak orang yang membuktikannya. Namun, bagaimana sebetulnya cara yang benar dalam mengamalkan surat al-Waaqi’ah ini hingga jika amalan tersebut dilakukan maka limpahan harta akan mengiringi setiap langkah kita?

Buku islami inilah jawabannya! Dalam buku islami ini, dikupas tuntas permasalahan seputar surat al-Waaqi’ah, cara mengamalkan dan memahaminya, serta segala rahasianya yang mampu mengundang berbagai kemukjizatan dan kekayaan dalam hidup. Bukan hanya kekayaan lahir, tetapi juga kekayaan batin. Kekayaan yang menenteramkan dan membahagiakan. Bukan kekayaan yang menggelisahkan.

Buku islami ini juga membahas secara lengkap, logis, dan kritis setiap kandungan ayat surat al-Waaqi’ah. Satu per satu. Sehingga Anda akan mampu menyerap energi batin surat ini secara penuh dan memahaminya dari berbagai sudut pandang, untuk kemudian Anda praktikkan dalam meraih kekayaan yang diimpikan.

Nah, tunggu apalagi? Segera ambil buku islami ini, baca dan hayati isinya, lalu raihlah kekayaan yang selama ini Anda impikan!

Tags: kayakan dirimu sekaya-kayanya dengan surat al-waaqiah  cara mengamalkan surat al waqiah, cara mengamalkan surat waqiah, download ebook gratis, surat kekayaan, pengalaman mengamalkan suratwaqiah, mengamalkan surat al –waqiah, kayakan dirimu sekaya-kayanya dengan surat al-waaqi’ah, 









Antara Sholat Dhuha dan Aktivitas Kerja

Antara Sholat Dhuha dan Aktivitas Kerja




Aktivitas kerja yang diiringi dengan sholat dhuha merupakan satu keseimbangan yang dapat memberikan kemudahan terhadap datangnya rezeki dari setiap usaha yang sedang dijalankan. Maka dapat dimaklumi ketika ada seseorang yang benar-benar melakukan shalat dhuha hingga dia takut jika lupa tidak melakukannya. Sebab ia mengalami perasaan seakan-akan telah kehilangan gairah dan semangat ketika beraktivitas apabila tidak melakukan shalat dhuha.

Lain pula dengan seseorang yang pernah lupa meninggalkan sholat dhuha, ia berkata “aku sangat takut sekali karena telah lupa melakukan shalat dhuha sehingga ketakutan ini mempengaruhi pada hasil kerja hari ini”. Satu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri ketika sebagian orang yang sedang beraktivitas mencari rezeki kemudian diiringi dengan shalat dhuha orang itu mempunyai harapan agar Allah memberikan kemudahan dalam rezeki.

Dalam ajaran islam motivasi itu memang diserukan, bahkan diposisikan sebagai baris pertama dalam seruannya. Karena pada prinsipnya tujuan tersebut merupakan salah satu penentu dari kapasitas iman seseorang yang pada kenyataannya membawa pada grafik naik turun nilai keimanan. Bisa jadi mereka yang sedang bekerja tetapi hasil pekerjaannya tidak sesuai harapannya. Selanjutnya hal yang demikian bisa menurunkan kapasitas iman begitu pula sebaliknya bisa jadi mereka yang sedang bekerja dan hasil kerjaannya sangat memuaskan sehingga dapat meningkatkan iman seseorang. Prediksi ini tidak bisa dipungkiri dan sulit disangkal, walupun terkadang tidak terjadi pada diri anda, namun bisa saja terjadi pada teman, famili dan tetangga anda. Jika tidak percaya, hal ini bisa ditanyakan kepada mereka.

Tetapi bukanlah dengan iman (yang dimaksud iman disini adalah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa), seseorang akan mengerjakan apa yang dikehendaki oleh Allah hal ini seperti yang sudah dijelaskan dalam firman-Nya. “Dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”.(QS. Asy-Syura : 52).